9 Kata Mati

Sore tadi saya iseng-iseng bongkar lemari buku. Sudah lama saya ngga menengok isi lemari saya itu. Ternyata koleksi buku saya lumayan berbobot. Maksudnya… Buku-buku saya tebal-tebal dan tentu saja berat.

Tertarik pada buku tebal bersampul paling lusuh, saya ambil buku itu. Ternyata, beliau adalah seekor kamus, yang bernama KAMUS UMUM BAHASA INDONESIA terbitan tahun 1993 dari Balai Pustaka, yang disusun oleh W.J.S. Poerwadarminta.

Setelah saya bolak-balik halaman-halaman dari kamus tersebut, saya dapati bahwa banyak sekali kata-kata dalam bahasa nasional yang jarang atau bahkan tidak pernah kita gunakan sampai akhirnya kata-kata tersebut dinyatakan sudah mati. Berikut beberapa diantaranya:

caduk, mencaduk: mengangkat atau menaikkan (kepala, ujung belalai, dsb).

Kalau ‘ciduk’, saya tau. ‘Caduk’, saya baru denger…

dabir: juru tulis; penulis.

Kata ‘dabir’ merupakan ceceran kata dari jaman sastra lama.

derana: sabar.

Yang satu ini, seingat saya, diambil dari bahasa Sansekerta tanpa perubahan makna.

inca-binca: kacau-balau tak keruan.

Waaa… Baru tau!

istibrak: kain sutera.

Ini juga baru tau.

kelempai, terkelempai: terbaring dengan lemah lunglainya.

Lagi-lagi baru tau…

kincau, mengincau: mengaduk; mencampur.

Saya mulai bosan berkata ‘baru tau’.

kintaka, perkintakaan: arsip.

Bisa dipakai untuk meng-Indonesiakan widget ‘Archive’ blog ini nih!

pancapersada:

  1. semacam lantai yang ketinggian dan bertingkat-tingkat, tempat duduk orang besar-besar di upacara resmi;
  2. semacam rumah pemandian yang bertingkat-tingkat;
  3. semacam rumah bertingkat untuk bersenang-senang.

Terus terang saya agak merasa dipermainkan oleh penjelasan dari kata ‘pancapersada’. Kalau ada yang paham, saya mohon bantuannya.

Sekarang bayangkan jika anda ngobrol-ngobrol dengan teman anda, atau mertua anda, lalu anda selipkan salah satu dari kata-kata di atas dalam kalimat anda, kira-kira gimana ya reaksinya?

Iklan

Taukah Anda?

Seperti pada artikel 5 Hal Aneh Tapi Nyata, kali ini saya akan coba segarkan otak anda dengan menyajikan 5 fakta mulai dari yang ngga’ penting banget sampai yang ngga’ terlalu penting (heheheh…), untuk anda simpan dalam sistem memori otak anda.

Langsung saja kita mulai.

    1. Nama Cinderella di Skotlandia adalah Rashin Coatre. Sedangkan di Italia, dia adalah Zezolla. Dan di Cina, Yeh H’sien.
    2. Nama lengkap kota Los Angeles adalah El Pueblo de Nuestra Senora la Reina de los Angeles de Porciuncula, dan nama pendeknya adalah L.A.
    3. 70% barang-barang bajakan atau produk palsu yang beredar di seluruh dunia, berasal dari negara Cina.
    4. Madu adalah satu-satunya makanan yang tidak membusuk.
    5. Setiap tetes air laut mengandung 1 milyar atom emas.

Kurang segar?

Sejenak Bersama Marcella Zalianty

Kasus penculikan dan penganiayaan yang didalangi artis yang ngga cantik lagi, Marcella Zalianty, sedang jadi berita panas di musim hujan ini. Saya yakin anda tidak perlu dengar lagi 5W1H-nya kasus tersebut, kita langsung saja kepada hasil wawancara saya dengan Marcella semalam, dalam mimpi.


Marcella
: malem mbak Yella…

Yella: male…m, ada perlu apa nih kok repot-repot datang kemari?


Marcella
: ini… Saya mau wawancara sama mbak Yella. Mmm… Mbak ada waktu kan?

Yella: anda datang pada saat yang tepat yakni lepas tengah malam. Pada momen-momen seperti ini biasanya saya malah tidak ngantuk dan cenderung nganggur. Mau wawancara tentang apa?


Marcella
: itu lho mbak, tentang kasus penculikan saya itu lhooooo…

Yella: oh, mau dikasih pertanyaan yang gimana? Soal cerita apa pilihan ganda?


Marcella
: pilihan ganda aja deh mbak.


Yella
: oke. Pertanyaan pertama…

Apa yang kamu lakukan jika teman kamu ngutang duitmu tapi ga bayar-bayar?
A. Ditagih.
B. Dilaporkan kepada pihak yang berwajib.
C. Dibuat gimana caranya biar dia mau bayar utangnya.
D. Didoain aja biar cepet mampus.


Marcella
: D, mbak.

Yella: lha kok kamu culik dan aniaya si Agung?


Marcella
: lha saya sudah capek mendoakan tapi dia ga mampus-mampus juga mbak!

Yella: oh, ya ya… Saya paham. Oke pertanyaan kedua.

Apakah arti Mikola dalam bahasa Spanyol?
A. Minum kola.
B. Macan betina.
C. Anus saya.
D. Pembalap letoy.


Marcella
: aduuuh… Apa ya? D, kali??


Yella
: salah. Yang bener, C. Anus saya. ‘Mi’ saya, ‘Cola’ anus. Jadi Ananda Mikola artinya…


Marcella
: …apa ya?

Yella: artiin sendiri. Pertanyaan ketiga!

Kenapa silit pegawaimu disogrok-sogrok pake sendok?
A. Dia yang minta.
B. Ananda Mikola memang hobi mainan silit orang.
C. Gua pikir dalam silit dia ada duit 30 juta.
D. Gua lupa bawa dildo, jadi pake sendok aja.


Marcella
: C, mbak. Heheheh…

Yella: emang kamu biasa ngumpetin uang dalam silit ya?


Marcella
: iya, mbak. Apalagi kalo pas lagi di tempat keramaian. Daripada duit saya diembat tukang copet, saya masukin ’situ’ aja, aman.

Yella: wah, tips bagus buat semua orang nih! Apalagi pas musim mudik lebaran tuh ya, kan babu-babu sukses macam kamu ini pulang kampungnya pada bawa duit banyak! ck-ck-ck… Cerdas juga kamu! Tapi di dalam silit pegawaimu itu ada duitnya ngga?


Marcella
: nggak, mbak.


Yella
: berarti yang ada cuman kembaran kamu aja dong di situ?

Marcella: kembaran saya??? Maksudnya?


Yella
: tainya pegawaimu.

Marcella: heheheh…

Yella: begitu aja ngga paham! Oke, pertanyaan selanjutnya!

Selain persoalan hutang-piutang, hal apa lagi yang memicu penganiayaan itu?
A. Marcella dari keluarga broken home, jadi agak-agak psikopatik.
B. Moreno, Mikola, dan Marcella lagi ‘butuh’ tapi ga ada duit buat beli ‘barangnya’.
C. Maksutnya cuma becanda. Ngga nyangka bakal jadi urusan polisi.
D. Terpengaruh adegan kekerasan di tipi-tipi.


Marcella
: C, mbak. Sumpe deh!

sumpe deh!


Yella
: lain kali kalo becanda kira-kira dong… Masa’ sampe segitunya, tega!

Marcella: iya mbak.


Yella
: ya sudah, sekarang saya mau istirahat dulu. Satu jam lagi, sebelum sholat subuh, saya ada janji sama Pasha.

Marcella: wawancara juga mbak?

Yella: konsultasi. Katanya, dia belum siap jadi duda jadi butuh spiritual support, gitoooh…


Marcella
: ooo…

Yella: dah ya, daaaa!

Jual Obat Aborsi
Obat Aborsi
Cytotec Misoprostol
KLG Pills
Samarinda Shop

Ide Gokil Buat Ngerjain Penipu Berkedok Undian Berhadiah

Barusan ada seorang pria menelepon saya. Katanya saya dapat hadiah dari XL, besarnya 8,5 juta.

Dia minta nomor rekening saya, saya beri. Saya sudah yakin dari awal bahwa ini adalah percobaan penipuan berkedok XL, tapi saya beri saja nomor rekening saya. Sengaja saya permainkan penipu tersebut.

Kemudian dia perintahkan saya untuk pergi ke ATM saat itu juga untuk mengambil hadiah. Kalau memang dari XL, ngapain pake maksa harus ke ATM sekarang? Terserah saya dong, hadiahnya mau saya ambil besok atau taun depan!

Tapi saya diam saja, pura-pura blo’on. Si penipu terus ngoceh, berusaha meyakinkan saya untuk segera berangkat ke ATM.

“Gimana bu? Sekarang berangkat ke ATM, ambil hadiahnya. ATM dari rumah ibu berapa lama bu perjalanannya?”

“5 menit.”

“Nah, kalau begitu berangkat sekarang bu ya. Telepon jangan ditutup karena pembicaraan ini kami rekam untuk disiarkan di TV nanti malam.”

Bikin iklan lalu disiarkan di TV, prosesnya ngga secepat itu, bung! Tapi saya diam saja.

“Gimana bu? Apa sedang dalam perjalanan?”

“Sebentar ya? Ini bener? Resmi?” tanya saya.

“Benar bu, resmi sekali. [bla-bla-bla]“

“Ah, yang beneeeeer…?” goda saya.

“Benar bu, resmi sekali. [bla-bla-bla]“

“Bener kamu bukan penipuuuuu…?”

“Anjing kamu! Kalo ngga punya rekening bilang aja! Dasar orang Jawa miskin! Perempuan murahan! Anjing! Anjing!” teriaknya dari sana, entah di mana.

Hahahaha!

Terus, saya tirukan kata-kata kotornya. Saya jadi ikutan teriak-teriak kaya’ orang gila, sambil tertawa-tawa pula!

Lalu datang sms dari si penipu gatot (gagal total):

+6281927610623

Kcian dek luh gak dapat hadia blang aja jadi orang yng bnar aja placur klau mski miskin aja gak usa gku jdi orang mulut nya aja yng manis hati kmu tu busuk hati etan bkan mnusia kmu tu orang jawa mudahan kmu kna gemba sunami kmu nati akan mati di entak sunami orang kyak kmu ini gak pnya span santun manis di mulut hati kamu jahat

Yang tukang tipu dia, malah nuding saya berhati jahat. Penipu gak beres.

Penipu barusan mencoba menipu saya adalah pemain lama. 3 tahun yang lalu, dia mencoba tipu mama saya dengan modus yang sama: diiming-imingi hadiah uang, disuruh ke ATM.

Tapi mama saya lebih pintar dari saya, dia tipu balik penipunya. Saya ingat betul kejadiannya.

Ketika si penipu menyuruh mama pergi ke ATM, mama bilang oke. Ketika ditanya, “sudah sampai, bu?” mama saya jawab, “ini lagi di atas angkot.” Padahal dia lagi duduk di ruang makan bersama saya dan adik saya sambil mainan sendok.

“Sudah sampai bu?” tanya si penipu lagi.

“Sudah. Sekarang saya musti ngapain?”

“Cek saldonya bu.”

Mama saya tersenyum licik, “Aduh… Cek saldo, gimana caranya ya?”

Si penipu jelas kegirangan mengetahui bahwa korbannya benar-benar orang bodoh. Maka dia bantu mama saya cek saldo.

Beberapa menit kemudian, mama saya tanya “Apa ini yang namanya cek saldo?”

Jawab si penipu, “Ada jumlahnya bu, misalnya angka berapa juta gitu?”

“Iya. Ini ada.”

“Berapa bu?”

“Maksudnya?”

“Jumlah total saldo di rekening ibu ada berapa?”

“Mmm… Tigaaa belas jutaaa, lima ratus, tujuh duuua. Ngga’ kelihatan pak! Saking senengnya, saya sampe lupa bawa kacamata! Heheheh…”

Dengar angka 13 juta, si penipu langsung beri instruksi pada mama saya — pencet ini pencet itu pencet anu. Singkat kata, mama saya disuruh transferkan seluruh isi rekening ke rekening si penipu. Mama, masih dengan aksinya, pura-pura menuruti perintah penipu tersebut.

“Sudah terkirim bu?” tanya penipu itu pada akhir instruksi.

“Sudah pak. Jumlahnya tiga belas juta lima ratus tujuh dua ribu.”

Lalu suara dari sana, “Ya, selamat ya bu, anda sudah resmi jadi pemenang undian dari XL.”

Dan jawab mama saya, “Terimakasih. Saya juga mau ucapkan selamat buat bapak karena sudah saya tipu. Hahahahaha! Kapoooook!”

Mama saya terus tertawa, sementara si penipu tak berhenti menganjing-anjingkan mama saya.

Buat anda, semoga cerita ini menjadi inspirasi dalam melawan aksi tipu-tipu berkedok undian berhadiah.

Jerom, Pahlawan Kita

Ia lahir dan dibesarkan di Yerkes, laboratorium penelitian virus HIV/AIDS, yang berlokasi di Atlanta – Georgia, USA. Demi kemaslahatan seluruh umat manusia, dia terpaksa merelakan dirinya disuntik 3 jenis virus HIV sejak masih berusia 2 tahun 8 bulan. Semenjak itu hidupnya… sengsara.

Di laboratorium itu, selama 12 tahun ia menderita. Ketahanan tubuhnya terus menurun karena infeksi virus HIV yang disuntikkan ke dalam tubuhnya pada tahun 1984. Ditambah lagi, ia terjangkit diare, dan karena adanya virus HIV di dalam tubuhnya, diarenya tak bisa sembuh. Penyakitnya makin parah sehingga Jerom tidak dapat lagi mengangkat kepalanya. Untuk menoleh saja ia harus menggerakkan kepalanya dengan dua tangan.

Kadang Jerom terisak-isak sendiri dalam kamarnya, kadang dia jatuh terlelap meringkuk di lantai kamarnya. Ia menangis menahan sakit badannya dan derita batinnya lantaran terisolasi dari kehidupan bebas yang seharusnya ia miliki sebagai sesosok simpanse muda. Begitulah seperti diceritakan perawatnya semasa Jerom masih hidup.

Ketika ia sakit, tak boleh ada yang mengobatinya. Ia dibiarkan tetap sakit sebagai obyek riset demi menemukan vaksin penumpas virus HIV. Ketika ia berteriak-teriak frustasi, tak ada yang berani mendekatinya, karena ia dijangkiti virus. Ia menderita, demi kita.

Akhirnya pada 13 Februari 1996 ia mati. Sakitnya sudah terlampau menyiksa, maka ia harus disuntik euthanasia. Ia mati, berkorban demi kita semua. Tapi mana buah perjuangan Jerom? Kok sampai hari ini kita belum punya vaksin untuk mengobati infeksi virus HIV?

Konon, sudah ada ratusan simpanse yang sengaja diinfeksikan virus HIV, tapi virus tersebut tak berpengaruh terhadap kesehatan mereka. Ketahanan tubuh mereka memang turun, tapi hanya untuk beberapa saat. Setelah itu tubuh kaum simpanse normal kembali. Jerom merupakan satu-satunya simpanse yang mati karena HIV/AIDS, itupun matinya karena… 3 jenis virus HIV yang pernah disuntikkan ke dalam tubuh Jerom bukan jenis virus yang biasa menggerogoti tubuh manusia. Darah Jerom pun sempat diambil untuk disuntikkan pada 3 simpanse lain, tapi simpanse itu baik-baik saja. Akhirnya penelitian virus HIV tidak lagi menggunakan simpanse sebagai obyeknya.

Pengorbanan Jerom memang belum membuat kita menang melawan HIV. Tapi setidaknya kita jadi yakin bahwa HIV/AIDS adalah penyakit khusus manusia. Tikus bisa kena kanker, kucing bisa flu, anjing bisa sakit jiwa, tapi HIV/AIDS hanya menyerang kita, manusia.

Dalam rangka hari AIDS sedunia ini, marilah kita ucapkan terimakasih pada Jerom dan rekan-rekan bangsa simpanse yang kebebasannya telah direnggut demi kepentingan manusia. Meskipun cuma kita beri label ‘binatang’, simpanse juga punya perasaan. Mereka menangisi temannya yang mati, mereka saling mencintai satu sama lain… Kehidupan mereka sama dengan kehidupan kita, hanya beda alamnya.

Taukah anda bahwa simpanse punya resep-resep khusus untuk menyembuhkan penyakit mereka sendiri?
Taukah anda kalau simpanse juga menggunakan alat untuk membantu mereka dalam usaha memenuhi kebutuhan mereka?
Taukah anda, walaupun simpanse tidak bisa bicara, tapi mereka bisa menguasai bahasa isyarat manusia, berdialog dengan kita dan menyatakan perasaan serta keinginan mereka?
Taukah anda kalau simpanse juga bisa bercanda?